Rabu, 22 Oktober 2014

" Noah", interpretasi cantik darren aronofsky.

orait,...
film " Noah" garapan Darren Aronofsky ini ternyata gak nongol di bioskop, bioskop indonesia.
mungkin karena menurut beberapa pihak, kontennya cenderung provokatif dan menyimpang dari kisah-kisah yang ditulis dalam bibel dan qur'an. but....its beautiful..

kemarin sore, baru saja dapet blueray ripp hasil copy dari seorang teman. dengan gak sabar, laptop dinyalakan, dan play,...
selama kurang lebih 140menitan, mata dan otak dan hati terperangkap dalam liarnya imajinasi aronofsky dalam menginterpretasi kisah Noah, latar belakang dibalik pembuatan kapal, pesan dari Kreator berkaitan dengan pemurnian bumi, dekadensi dalam peradaban manusia saat itu.

disajikan dalam tone yang gelap,muram, emosional, dan pace lambat yang cenderung jadi khasnya aronofsky, membuat setiap scene terasa dalam. pun tokoh Noah, yang tidak begitu saja disajikan dalam karakter hitam putih.

Noah cenderung digambarkan dalam sosok yang penuh pergulatan emosi, antara kepentingan keluarga, anak-anaknya, dan pesan dari Kreator yang harus dipenuhi.Noah bahkan bersedia mengayunkankan senjata bagi yang menghalangi tujuannya.

Inilah poin penting dari interpretasi aronofsky yang kemudian mengusik para believer, para member dari ajaran-ajaran samawi, yang cenderung menganggap bahwa sorang mesenjer, seorang pembawa pesan, seorang rasul, seorang nabi utama, harus lah putih bersih suci,lepas dari gejolak emosi dan tindakan-tindakan yang dianggap keliru berdasarkan kisah-kisah para rasul.

aronofsky, justru melihat sebaliknya, bahwa, seorang rosul, pembawa pesan, pastilah jauh lebih sulit untuk mengelola emosi,dimana tekanan untuk menjadi penyampai pesan, seringkali membawanya pada konflik-konflik dengan pihak lain, yang seringkali tidak bersedia memahami pesan yang disampaikan.

aronofsky, menggali Noah dari sisi seorang manusia dengan beban berat dipundaknya, antara menyampaikan pesan Kreator, juga melindungi keluarga,dan memulai ulang proses pembersihan bumi.
jelas, bukan tugas yang ringan untuk dilakukan oleh hanya satu orang.apalagi dengan tantangan yang begitu besar,bukan hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal, dari keluarga sendiri.

dengan dukungan Russel crowe, aktor peraih oscar ,Noah yang gelap, egosentrik, idealis, unwise,penuh pertanyaan,penuh kebimbangan,penuh emosi, mampu disajikan dengan cantik.pun aktris dan aktor pendukung lainnya. jennifer connelly,sebagai istri Noah, lalu ada ema watson,juga logan lerman. semua mampu menghidupkan tokoh yang diperankan dengan baik.

sungguh sajian yang menarik dan cerdas untuk di tonton dan diapresiasi, bukan hanya sekedar sebuah karya yang cantik, namun juga sebagai bahan perenungan kita semua. bahwa, para pembawa pesan itu pun hanyalah manusia biasa. pilihan yang mereka buatlah, yang memberi mereka kemualiaan,pilihan untuk terus berjuang dengan keyakinan bahwa semua yang dilakukan adalah atas nama Kreator.