memento
Sabtu, 06 Agustus 2016
Rabu, 22 Oktober 2014
" Noah", interpretasi cantik darren aronofsky.
orait,...
film " Noah" garapan Darren Aronofsky ini ternyata gak nongol di bioskop, bioskop indonesia.
mungkin karena menurut beberapa pihak, kontennya cenderung provokatif dan menyimpang dari kisah-kisah yang ditulis dalam bibel dan qur'an. but....its beautiful..
kemarin sore, baru saja dapet blueray ripp hasil copy dari seorang teman. dengan gak sabar, laptop dinyalakan, dan play,...
selama kurang lebih 140menitan, mata dan otak dan hati terperangkap dalam liarnya imajinasi aronofsky dalam menginterpretasi kisah Noah, latar belakang dibalik pembuatan kapal, pesan dari Kreator berkaitan dengan pemurnian bumi, dekadensi dalam peradaban manusia saat itu.
disajikan dalam tone yang gelap,muram, emosional, dan pace lambat yang cenderung jadi khasnya aronofsky, membuat setiap scene terasa dalam. pun tokoh Noah, yang tidak begitu saja disajikan dalam karakter hitam putih.
Noah cenderung digambarkan dalam sosok yang penuh pergulatan emosi, antara kepentingan keluarga, anak-anaknya, dan pesan dari Kreator yang harus dipenuhi.Noah bahkan bersedia mengayunkankan senjata bagi yang menghalangi tujuannya.
Inilah poin penting dari interpretasi aronofsky yang kemudian mengusik para believer, para member dari ajaran-ajaran samawi, yang cenderung menganggap bahwa sorang mesenjer, seorang pembawa pesan, seorang rasul, seorang nabi utama, harus lah putih bersih suci,lepas dari gejolak emosi dan tindakan-tindakan yang dianggap keliru berdasarkan kisah-kisah para rasul.
aronofsky, justru melihat sebaliknya, bahwa, seorang rosul, pembawa pesan, pastilah jauh lebih sulit untuk mengelola emosi,dimana tekanan untuk menjadi penyampai pesan, seringkali membawanya pada konflik-konflik dengan pihak lain, yang seringkali tidak bersedia memahami pesan yang disampaikan.
aronofsky, menggali Noah dari sisi seorang manusia dengan beban berat dipundaknya, antara menyampaikan pesan Kreator, juga melindungi keluarga,dan memulai ulang proses pembersihan bumi.
jelas, bukan tugas yang ringan untuk dilakukan oleh hanya satu orang.apalagi dengan tantangan yang begitu besar,bukan hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal, dari keluarga sendiri.
dengan dukungan Russel crowe, aktor peraih oscar ,Noah yang gelap, egosentrik, idealis, unwise,penuh pertanyaan,penuh kebimbangan,penuh emosi, mampu disajikan dengan cantik.pun aktris dan aktor pendukung lainnya. jennifer connelly,sebagai istri Noah, lalu ada ema watson,juga logan lerman. semua mampu menghidupkan tokoh yang diperankan dengan baik.
sungguh sajian yang menarik dan cerdas untuk di tonton dan diapresiasi, bukan hanya sekedar sebuah karya yang cantik, namun juga sebagai bahan perenungan kita semua. bahwa, para pembawa pesan itu pun hanyalah manusia biasa. pilihan yang mereka buatlah, yang memberi mereka kemualiaan,pilihan untuk terus berjuang dengan keyakinan bahwa semua yang dilakukan adalah atas nama Kreator.
orait,...
film " Noah" garapan Darren Aronofsky ini ternyata gak nongol di bioskop, bioskop indonesia.
mungkin karena menurut beberapa pihak, kontennya cenderung provokatif dan menyimpang dari kisah-kisah yang ditulis dalam bibel dan qur'an. but....its beautiful..
kemarin sore, baru saja dapet blueray ripp hasil copy dari seorang teman. dengan gak sabar, laptop dinyalakan, dan play,...
selama kurang lebih 140menitan, mata dan otak dan hati terperangkap dalam liarnya imajinasi aronofsky dalam menginterpretasi kisah Noah, latar belakang dibalik pembuatan kapal, pesan dari Kreator berkaitan dengan pemurnian bumi, dekadensi dalam peradaban manusia saat itu.
disajikan dalam tone yang gelap,muram, emosional, dan pace lambat yang cenderung jadi khasnya aronofsky, membuat setiap scene terasa dalam. pun tokoh Noah, yang tidak begitu saja disajikan dalam karakter hitam putih.
Noah cenderung digambarkan dalam sosok yang penuh pergulatan emosi, antara kepentingan keluarga, anak-anaknya, dan pesan dari Kreator yang harus dipenuhi.Noah bahkan bersedia mengayunkankan senjata bagi yang menghalangi tujuannya.
Inilah poin penting dari interpretasi aronofsky yang kemudian mengusik para believer, para member dari ajaran-ajaran samawi, yang cenderung menganggap bahwa sorang mesenjer, seorang pembawa pesan, seorang rasul, seorang nabi utama, harus lah putih bersih suci,lepas dari gejolak emosi dan tindakan-tindakan yang dianggap keliru berdasarkan kisah-kisah para rasul.
aronofsky, justru melihat sebaliknya, bahwa, seorang rosul, pembawa pesan, pastilah jauh lebih sulit untuk mengelola emosi,dimana tekanan untuk menjadi penyampai pesan, seringkali membawanya pada konflik-konflik dengan pihak lain, yang seringkali tidak bersedia memahami pesan yang disampaikan.
aronofsky, menggali Noah dari sisi seorang manusia dengan beban berat dipundaknya, antara menyampaikan pesan Kreator, juga melindungi keluarga,dan memulai ulang proses pembersihan bumi.
jelas, bukan tugas yang ringan untuk dilakukan oleh hanya satu orang.apalagi dengan tantangan yang begitu besar,bukan hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal, dari keluarga sendiri.
dengan dukungan Russel crowe, aktor peraih oscar ,Noah yang gelap, egosentrik, idealis, unwise,penuh pertanyaan,penuh kebimbangan,penuh emosi, mampu disajikan dengan cantik.pun aktris dan aktor pendukung lainnya. jennifer connelly,sebagai istri Noah, lalu ada ema watson,juga logan lerman. semua mampu menghidupkan tokoh yang diperankan dengan baik.
sungguh sajian yang menarik dan cerdas untuk di tonton dan diapresiasi, bukan hanya sekedar sebuah karya yang cantik, namun juga sebagai bahan perenungan kita semua. bahwa, para pembawa pesan itu pun hanyalah manusia biasa. pilihan yang mereka buatlah, yang memberi mereka kemualiaan,pilihan untuk terus berjuang dengan keyakinan bahwa semua yang dilakukan adalah atas nama Kreator.
Senin, 22 September 2014
beberapa waktu lalu, lagi santai diruangan nyimak "cry me a river" diana
krall version, eh tiba2 ada pak Sidik,salah satu instruktur
PusdiklatBRI. tanpa tedeng aling2 bapak tereak. Boi! bantuin deh, motret
kawinan anak gue, dari EO sih dah ada, cuma gue pengen pake kamera gue
juga nih!. disodorin EOS 7D, 18-55 f3.5-56 dan 55-200, hmm.lumayan.
ok deh Pak. boleh lah. sekalian mau numpang makan di hajatan yak. hahahaha....btw, Thanks buat keluarga besar Bapak Sidik, dan kedua mempelai yang sudah mempercayakan difoto-foto ma fotografer wannabe yang kamera aja gak punya. wakakakakaka..!!!
ok deh Pak. boleh lah. sekalian mau numpang makan di hajatan yak. hahahaha....btw, Thanks buat keluarga besar Bapak Sidik, dan kedua mempelai yang sudah mempercayakan difoto-foto ma fotografer wannabe yang kamera aja gak punya. wakakakakaka..!!!
Jumat, 08 November 2013
memento;
memento;
setiap baris pixelete, dari fragmen kenangan.
aku maki diam-diam.
tahu itu rangkaian dari ribuan masa hitungan waktu
tak berbatas, membentur membran batas rindu.
betapa aku benci, bahwa untukmu,..
semua gambaran, seperti bukan kenangan...
dan setiap potongan..
seperti kenyataan.
manis....nan..pedih.
setiap baris pixelete, dari fragmen kenangan.
aku maki diam-diam.
tahu itu rangkaian dari ribuan masa hitungan waktu
tak berbatas, membentur membran batas rindu.
betapa aku benci, bahwa untukmu,..
semua gambaran, seperti bukan kenangan...
dan setiap potongan..
seperti kenyataan.
manis....nan..pedih.
Rabu, 06 November 2013
post#2
ok..
setelah lama gak di update, akhirnya terpikir buat ngapdet, maka jadilah post#2
masih bingung, mau ngomong apa. tapi seenggaknya gue mulai belajar mengungkapkan isi fikiran.
hahaha.
gini, gimana kalo sekarang kita ngomongin fotografi. tahu dong, bebrapa tahun belakangan ini populasi DSLR makin membludak, dan berbagai komunitas mulai eksis diberbagai kesempatan.
infact..gue sih seneng-seneng aja. coz..tahun-tahun awal trend fotografi digital mulai hidup, komunitas foto masih sangat sedikit, itu pun terbatas hanya di forum-forum dunia maya. paling kalopun ada acara kumpul bisanya sebulan sekali.
beruntung sekarang, selain makin besar populasi fotografer, juga makin beragam komunitas yang ada. mau suka macro fotografi, modelling, fashion, street foto, Human interest,jurnalistik..you name it, komunitasnya sudah ada semua.
belum lagi forum-forum online dan jejaring sosial, macem grup-grup yang ada di facebook, twitter dll.
so, buat lu yang masih baru belajar fotografi, jangan sungkan, ada duit, beli kamera merk yang lu suka, ambil kursus basic fotorafi, join dikomunitas untuuk sharing,..dan lebih penting, menyitir apa kata si matt granger ; GET YOUR GEAR OUT!
Selasa, 28 Agustus 2012
first entry
eahh....
niatan buat bikin blog sih udah lama, dari bertahun-tahun kebelakang, sayang baru bisa terealisasi di era instagram ini..hahahah...
first entry aja masih bingung mau ngapain, mau ngisi apa..
niatan buat bikin blog sih udah lama, dari bertahun-tahun kebelakang, sayang baru bisa terealisasi di era instagram ini..hahahah...
first entry aja masih bingung mau ngapain, mau ngisi apa..
Langganan:
Komentar (Atom)